Tampilkan postingan dengan label SoftSkill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SoftSkill. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2021

Presiden Jokowi: PPKM Level 4 Resmi Di Perpanjang Hingga 2 Agustus!

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Pemberlakuan Pembatsan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 akan diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021.


Aturan PPKM level 4 ini tidak hanya berlaku hanya di pulau Jawa-Bali, PPKM level 4 juga berlaku di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Alias Berlaku Untuk Seluruh Indonesia.


"Perimbangan aspek kesehatan harus dihitung cermat dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan hidup harus diprioritaskan, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan aspek ekonomi dan dinamika sosial. Saya memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus," Ucap Jokowi dalam pengumumannya secara online, Minggu (25/7/2021).


                                                                (Simak video lengkapnya)

Di dalam aturan PPKM Level 4 kali ini sedikit di beri kelonggaran dari sebelumnya, Namun juga tetap ketat dalam menjalani prokes, Secara spesifik, pedagang makanan seperti warung dan PKL makanan diizinkan buka sampai pukul 20.00. Lalu, jika pedagang di luar makanan seperti kelontong, agen, binatu, pangkas rambut, cuci mobil, vocher pulsa, asongan, dan sebagainya diizinkan buka sampai batas pukul 21.00 Malam.

Untuk pedagang makanan seperti restoran, pemerintah masih membolehkan makan di tempat, namun waktunya dibatasi hanya sampai maksimal 20 menit. Selain itu, penerapan aturan PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 diserahkan kepada pemerintah daerah.  Regulasi ini sedikit berbeda dengan aturan PPKM Level 4 sebelumnya, yakni pedagang hanya diizinkan menjual makanan secara take away dan delivery, alias melarang pembeli makan di tempat.

Langkah ini, kata Jokowi, sudah mempertimbangkan berbagai aspek.

"Kita tahu saat ini sudah ada tren perbaikan pengendalian pandemi COVID-19. Laju penambahan kasus, BOR, dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan di provinsi di Jawa. Namun demikian mesti berhati hati sikapi tren perbaikan tetap waspada menghadapi varian Delta yang menular," tutur Jokowi.

Baca selengkapnya
Contoh Sebuah Riset Studi Kasus Pelanggaran Riset Yang Di Lakukan Public Relation Singkat & Jelas

Contoh Sebuah Riset Studi Kasus Pelanggaran Riset Yang Di Lakukan Public Relation Singkat & Jelas

Maskapai Adam Air Membantah Jika Pesawat Tergelincir Dan Kondisi Badan Pesawat Retak

Peristiwa tergelincir dan retaknya badan pesawat Adam Air 737-300 dengan nomor penerbangan KI-172 yang mengangkut 148 penumpang terjadi pada hari Rabu (21/02/2007), di Bandara Juanda, Surabaya.


Peristiwa tergelincir mengkibatkan badan pesawat menjadi mengalami retak di bagian belakang sayap dan ini mendarat secara mendadak di Bandara Juanda di hanggar Merpati, Lalu, Pihak Adam Air langsung mengecat seluruh tubuh pesawat dari warna orange menjadi warna putih, dan retakan di belakang sayap pesawat tersebut ditutup menggunakan kain putih.


Kejadian itu sudah terbukti dengan gambar keretakan yang tersebar di media bahwa adam air telah berupaya menutupi kasus dengan mengecat seluruh pesawat dari warna orange hingg putih, dan retakan belakang sayap pesawat tersebut ditutup menggunakan kain putih. Namun, PR Adam Air tetap membantah mengenai keretakan pesawat yang dialami oleh pesawat Adam Air 737-300, dan memilih tidak memberikan komentar mengenai berita pengecetan tersebut.


ANALISIS LETAK PELANGGARAN ETIKA


Pelanggaran Humas Adam Air dari kasus di atas, berkaitan dengan Etika PR yaitu memberikan statement palsu, tidak sesuai dengan kenyataan dan kejadian lapangan.

Kasus ini melanggar Etika PERHUMAS dan IPRA. Pelanggaran kasus diatas tidak sesuai pasal III Perilaku Tehadap Masyarakat dan Media Massa, yaitu butir c yang berbunyi: Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau yang menyesatkan sehingga dapat menodai profesi kehumasan 

Baca selengkapnya

Selasa, 25 Mei 2021

Praktik Digital Public Relations  Dalam Upaya Meningkatkan Citra Positif Perusahaan PT. PLN (Persero) UIW NTT

Praktik Digital Public Relations Dalam Upaya Meningkatkan Citra Positif Perusahaan PT. PLN (Persero) UIW NTT

 Artikel Ilmiah 2: sumber asli (full teks) klik link disini 


Praktik Digital Public Relations Dalam Upaya Meningkatkan Citra Positif 

Perusahaan PT. PLN (Persero) UIW NTT


Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Nusa Cendana - Kupang


Abstrak

Memasuki era digital, salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi komunikasi yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT adalah dengan menerapkan praktik digital Public Relations dengan alat media sosial. Lewat akun resmi media sosial PLN NTT, sejumlah informasi bermanfaat terus dipublikasikan kepada masyarakat dengan tujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat mengenai kelistrikan, membangun relasi yang baikantara PLN NTT dan masyarakat, sekaligus meningkatkan citra positif perusahaan yang kurang sesuai dengan yang diharapkan akibat pemadaman listrik yang beberapa kali terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan peran digital public relationsdari PLN NTT. Penelitian ini dikaji menggunakan teori New Media konsep-konsep penting seperti digital public relations dan citra perusahaan. Hasil penelitian menunjukan PLN NTT mengelola digital PR dengan baik, termasuk dalam mengelola interaksi atau komunikasi dua arah dengan masyarakat. Memberikan informasi yang beragam dan menjawab hamper keseleluruhan pertanyaan masyarakat. Digital PR PLN NTT juga menjalankan banyak peran, diantaranya peran informatif dan edukatif untuk menjawab ambiguitas dalam kelompok-kelompok masyarakat.

Kata Kunci: Digital Public Relations, Citra Perusahaan dan Persepsi Masyarakat


PENDAHULUAN


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat menghadirkan inovasi-inovasi terbaru yang mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan menerima informasi. Kemajuan teknologi ini kemudian membawa manusia menuju era baru yakni era  digital. Era digital adalah istilah yang digunakan dalam kemunculan digital, teknologi informasi komputer dan yang sangat dimanfaatkan oleh manusia sekarang yakni jaringan internet. Dengan memasuki era digital, seluruh industry kemudian berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan fasilitas terbaru yang dapat memudahkan konsumen/client mereka.  Terutama dunia komunikasi yang menerima dampak yang besar dari kemunculan era digital, salah satunya yakni industry Public Relations atau Humas. Di era digital, Public Relations kemudian terbagi menjadi dua yakni Traditional PR dan Digital PR. Praktek Digital Public Relations (PR) merupakan salah satu bagian dari kegiatan hubungan masyarakat yang diadaptasi dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi perusahaan.

    Digital Public Relations atau e-PR atau dapat disebut juga sebagai Cyber Public Relations merupakan konsep baru yang digunakan dalam manajemen reputasi perusahaan. Menurut Onggo (2004) Praktek Digital Public Relations (PR), E-PR, Cyber PR atau PR On The Net merupakan kegiatan PR yang menggunakan internet sebagai media komunikasi. Media internet dimanfaatkan oleh PR untuk membangun merek atau brand dan memelihara kepercayaan publik. 

    Berkaitan dengan penelitian ini salah satu Badan Usaha Milik Negara sebagai lokasi penelitian dari peneliti yakni PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara yang adalah salah satu Unit Bisnis PT PLN (Persero) berkedudukan di Kota Kupang dalam hal ini Tim Komunikasi turut menerapkan praktik Digital PR dalam menjalankan tugasnya sebagai Public Relations Officer. Melihat animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap informasi digital khususnya lewat media sosial yang sudah sangat dekat dengan masyarakat, Tim Komunikasi PLN UIW NTT memanfaatkanpenggunaan media social sebagai sarana berbagi informasi dengan masyarakat sekaligus salah satu bentuk penerapan digitalisasi dalam strategi komunikasi. Tools atau media Digital PR yang digunakan PLN UIW NTT dalam pelaksanaan proses komunikasi ialah portal yang dapat diakses hanya untuk internal atau seluruh Unit PLN di NTT, serta Facebook, Instagram, Youtube yang terbuka untuk masyarakat umum.

    Kegiatan yang dilakukan oleh PR sehari-hari dalam rangka mencapai keberhasilan dalam hal berkomunikasi dengan public sangat erat kaitannya dengan pembentukan opini publik dan perubahan sikap. Beberapa peran PR menurut Ruslan (2005) antara lain sebagai komunikator (penghubung antara perusahaan dan publiknya), membina relationship, yaitu upaya membina hubungan yang positif dan saling menguntungkan dengan publiknya, peranan back up management, yaknisebagai pendukung dalam fungsi manajamen organisasi atau perusahaan, dan membentuk corporate image. Berupaya menciptakan citra bagi organisasi atau lembaganya. Jeffkins (2003) mengartikan citra sebagai kesan, gambaran atau impresi yang tepat (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya) mengenai berbagai kebijakan, personel, produk, atau jasa-jasa suatu organisasi atau perusahaan. Seorang PR juga bertanggungjawab dalam membangun citra positif perusahaannya. Walaupun citra positif merupakan hasil dari opini positif masyarakat, namun pembentukan opini dan perubahan sikap tersebut tidak terlepas dari peran PR dalam membangun relasi dengan khalayak. 

    Memasuki era digital dimana media sosialsudah sangat dekat dengan khalayak umum, PR mempunyai kesempatan yang besar untuk menciptakan corporate image perusahaan yang baik lewat informasi yang dibagikan di akun resmi media social perusahaan. Pemanfaatan media-media social perusahaan kini mulai marak di perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia, salah satunya adalah Perusahaan Listrik Negara. Sebagaimana hasil penelitian Nasution (2018) Pemanfaatan digital Public Relations bagi perusahaan tidak akan terlaksana secara maksimal tanpa adanya penggunaan media sosial sebagai alat dalam pelaksanaan kegiatannya. Peran media sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan kegiatan praktisi Public Relations dalam menjangkau publik di dunia digital. 

    Breakenridge (dalam Rulli, 2017) memberikan catatan khusus terkait pertemuan antara PR dan media sosial. Menurutnya, kehadiran media sosial memberikan peningkatan terhadap teknik-teknik komunikasi, semakin beragamnya praktik PR, serta adanya perubahan terhadap peran maupun fungsi dan tanggung jawab PR. Sebuah perusahaan kini sejatinya tidak bisa mengontrol atau mengendalikan brand yang ada di tengah masyarakat (pasar). Khalayak selaku konsumen maupun bukan, kini yang mengambil alih.

    Sebagai perusahaan penyedia listrik di seluruh wilayah Provinsi NTT, tentu penting bagi perusahaan dalam hal ini PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur untuk menciptakan corporate image yang positif dalam rangka mencapai tujuan melistriki seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dan Menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai daerah Nusa Terang Terus dengan pelayanan setara kelas dunia yang dikelola secara efektif, efisien, andal. Selain itu dengan melihat adanya persepsi masyarakat mengenai PLN NTT yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan, disebabkan oleh gangguan listrik dan sebagian daerah yang belum terlistriki, PLN NTT tentu perlu menyiapkan strategi komunikasi lewat media social dalam rangka menggiring opini masyarakat kearah yang lebih positif. Sesuai dengan hasil penelitian Pienrasmi (2015) Praktisi PR meyakini bahwa kehadiran media sosial membawa kemudahan bagi praktisi dalam melakukan aktifitas komunikasi dengan publiknya, memberikan ruang yang lebih untuk teijadinya interaksi yang melibatkan adanya umpan balik. Dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat digital PR dengan maksimal, serta penerapan strategi yang sudah dirancang sebelumnya, tentu proses peningkatan citra positif PLN NTT menjadi lebih mudah.

    Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi praktek Digital Public Relations yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam meningkatkan citra positif perusahaan. Penelitianini juga bertujuan untuk mendeskripsikan peran digital Public Relations dalam meningkatkan citra positif perusahaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur. Continue...

Baca selengkapnya

Rabu, 03 Juli 2019

Data Mining Question and Answer (Softskill)

Data Mining Question and Answer (Softskill)



1. Explain The Meaning of DataWareHousing From Inmon and POE!
  • According to WH Inmon and Richard DH , data warehousing is a collection of data that has a subject-oriented, integrated, time-variant nature, and is fixed from the data collection in supporting management decision-making processes.
  • According to Vidette Poe, data warehousing is an analytical and read onlydatabase that is used as the foundation of a decision support system.

2. Explain The Meaning of The Following WareHouse Termms?
  • OLAP, is an approach that quickly provides answers to multidimensional analytical queries in nature. OLAP is part of a more global category of business thinking, which also summarizes the relationship between reporting and data mining. 
  • Dimension Table, is a collection of friend tables for the fact table.
  • The Fact Table, is a table that contains measurements about meters or facts about business methods. it is often placed in a centered star scheme and surrounded by a size table.

3. Explain The Differences Between Operational Data and The Data WareHouse?

  Operational Data :
  • Designed to be oriented only to certain applications and functions
  • The focus is on database design and processes
  • Contains details or detailed data
  • Relationships between tables based on the latest rules (always follow the latest rules)

  Data WareHouse :
  • Designed based on certain subjects (main)
  • The focus is on data modeling and data design
  • Contains history data that will be used in the analysis process
  • Many business rules can be presented between tables
Baca selengkapnya

Kamis, 06 Juni 2019

12 Prinsip Animasi Beserta Contohnya (Softskill)

Pengantar Animasi

       Terdapat unsur animasi didalam motion graphicAnimasi dari bahasa latinAnima yangberarti memberi nyawahidupjiwa dan semangatAnimasi sebagai dasar sebuah seni dalammempelajari gerakan suatu objek dan gerakan merupakan sesuatu hal yang paling diutamakanagar suatu objek atau karakter dapat terlihat nyataMenurut Vaughan (2004), Animasi adalahusaha untuk membuat presentasi statis menjadi hidupAnimasi merupakan sebuah perubahanvisual sepanjang waktu yang memberi kekuatan besar terhadap proyek multimedia danhalaman web yang dibuat.

     •Proses pembuatan Animasi :
üManual, biasa disebut cell animation merupakan teknik animasi yang paling lamausianya. Animator membuat gambar pada lembaran celuloid (lembartransparanyang berlapis-lapis.
üKomputermenggunakan bantuan perangkat lunak komputer.
Yang membedakan dalam proses pembuatan animasi adalah media yang digunakan.
Prinsip kerja animasi menumpuk beberapa gambar secara bergantian dan berurutan.

Prinsip Dasar Animasi


       12 Prinsip Animasi. Kata “animasi” berasal dari kata “animate,” yang berarti untuk membuat obyek mati menjadi seperti hidup. Seorang Animator profesional sepertinya harus mengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan.


berikut adalah contoh video animasi yg terdapat 12 prinsip animasi : 



Anticipation
Anticipation boleh juga dianggap sebagai persiapan/awalan gerak atau ancang-ancang. Seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. Pada gerakan melompat, seseorang yang tadinya berdiri harus ada gerakan ‘membungkuk’ terlebih dulu sebelum akhirnya melompat.
Contoh : ketika Connie mengambil ancang-ancang untuk melompat





Squash & Stretch
Squash and strecth adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/action tertentu, sementara pada benda mati (misal : gelas, meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.
Contoh : ketika Connie melakukan smash.



Staging
Staging dalam animasi meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene. Biasanya berkaitan dengan posisi kamera pengambilan gambar. Posisi kamera bawah membuat karakter terlihat besar dan menakutkan, kamera atas membuat karakter tampak kecil dan bingung sedangkan posisi kamera samping membuat karakter tampak lebih dinamis dan menarik.
Contoh pengambilan sudut gambar.



Straight Ahead Action and Pose to Pose
Dari sisi resource dan pengerjaan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat animasi. Yang pertama adalah Straight Ahead Action, yaitu membuat animasi dengan cara seorang animator menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai seorang diri. Teknik ini memiliki kelebihan: kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang saja. Tetapi memiliki kekurangan yaitu waktu pengerjaan yang lama.
Contoh ketika Shuttlecock jatuh.





Yang kedua adalah Pose to Pose, yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/dilanjutkan oleh asisten/animator lain. Cara kedua ini memiliki waktu pengerjaan lebih cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya sehingga lebih cocok diterapkan pada industri animasi.

Follow Through and Overlapping Action
Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah melompat. Overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping). 
prinsip Follow Through berlawanan dengan Anticipation.
contoh : ketika raket masih bergerak meski sudah memukul Shuttlecock.





Slow In and Slow Out
Slow In dan Slow Out menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat.
Contoh ketika wasit menyatakan score dengan bingung.





Secondary Action
Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize untuk memperkuat gerakan utama.
Contoh ketika Kaoruko melempar sapu tangan, tubuhnya juga ikut bergerak (gerakan tubuhnya adalah secondary action)



Timing & Spacing
Grim Natwick, seorang animator Disney pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak.
Contoh Timing: Menentukan pada detik keberapa sebuah obyek/karakter berjalan sampai ke tujuan atau berhenti.
Contoh Spacing: Menentukan kepadatan gambar (yang pada animasi akan berpengaruh pada kecepatan gerak).
Contoh ketika jatuhnya Shuttlecock.




Exaggeration
Exaggeration merupakan upaya mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasagambar yang bersifat hiperbolis. Dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai bentuk ekstrimitas ekspresi tertentu dan biasanya digunakan untuk keperluan komedik. Seringkali ditemui pada film-film animasi anak-anak (segala usia) seperti Tom & Jery, Donald Duck, Mickey Mouse, Sinchan, dsb.
Contoh Ayano memasang wajah terkejut bercampur enggan ketika tangannya tiba-tiba dipegang oleh orang asing.



Solid Drawing
Kemampuan menggambar sebagai dasar utama animasi memegang peranan yang menentukan “baik proses maupun hasil” sebuah animasi, terutama animasi klasik. Meskipun kini peran gambar yang dihasilkan sketsa manual sudah bisa digantikan oleh komputer, tetapi dengan pemahaman dasar dari prinsip ‘menggambar’ akan menghasilkan animasi yang lebih ‘peka’. Sebuah obyek/gambar dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik sebuah obyek (volume, pencahayaan dan konsistensi kualitas gambar/bentuk/karakter).
Contoh : pewarnaan dan desain ketika situasi Ayano kecewa dengan hadiah yang didapatnya.



Appeal
Appeal berkaitan dengan keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi. Kita bisa dengan mudah mengidentifikasi gaya animasi buatan Jepang dengan hanya melihatnya sekilas. Hal ini karena mereka memiliki appeal atau gaya tersendiri dalam pembuatan karakter animasi.
Contoh animasi ini buatan studio Lidens Film



Referensi : 

   http://oprekzone.com/12-prinsip-animasi/
Baca selengkapnya

Kamis, 28 Maret 2019

BAHASA INGGRIS BISNIS 2# -1. INTRODUCTION LETTER

BAHASA INGGRIS BISNIS 2# -1. INTRODUCTION LETTER

INTRODUCTION LETTER

Tambun - Sumber Jaya
East Bekasi, 17510

Thursday, 28 March 2019

The Teacher University of Gunadarma
Introduction Letter
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang
Bekasi, 17510

Dear Mr. Badaru Syamsul,
Assalamualaikum Wr. Wb.

My Name is Mohamad Pascal, I came from East Bekasi and I live in Sumber Jaya village, I’m 21 years old. My religion is moslem, and My hobby is reading and writting novel. I’m a College Student from University of Gunadarma.

Greetings from me and Thank you  Mr. Badaru Syamsul for become a Teacher "Bahasa Inggris Bisnis 2 # " in University of Gunadarma and teaching in class of  4KA30.

Nice to meet you and I hope, Mr. Badaru Syamsul give more knowledge in Teaching me and another  college student about English business knowledge.

Okay, that’s all that I can tell you a little about myself.
Thank you.
Yours very truly,


Mohamad Pascal,
College Student  4KA30

Mohamad Pascal
14115263
Tugas Softskill :
Bpk. Badaru Syamsul

Baca selengkapnya

Rabu, 12 Desember 2018

IT Governance dan Risk Management



IT Governance (Tata Kelola Teknologi Informasi)


IT Governance di definisikan sebagai proses yang memastikan penggunaan TI yang efektif dan efisien dalam memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya. Contoh dari Tata kelola permintaan IT adalah proses di mana organisasi memastikan evaluasi, pemilihan, prioritas, dan pendanaan yang efektif dari investasi TI yang bersaing; mengawasi pelaksanaannya; dan ekstrak (terukur) manfaat bisnis. ITDG adalah proses pengambilan keputusan dan pengawasan investasi bisnis, dan ini adalah tanggung jawab manajemen bisnis.

Tata kelola sisi penawaran TI (ITSG — bagaimana TI harus melakukan apa yang dilakukannya) berkaitan dengan memastikan bahwa organisasi TI beroperasi dengan cara yang efektif, efisien dan patuh, dan itu terutama tanggung jawab CIO.

Lalu pertanyannya, Apa manfaat dari penerapan Tata Kelola TI?
  • Meningkatkan koordinasi dan rencana layanan TI dengan bisnis atau organisasi.
  • Sebagai rujukan kualitas penyelenggaraan TI.
  • Memudahkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan TI.
  • Sebagai panduan sesuai best practices dalam penyelenggaraan TI.
  • Mengoptimalkan pencapaian value dari penyelenggaraan TI untuk internal manajemen dan pelayanan publik atau masyarakat.
  • Publik atau masyarakat akan mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik.
  • Sebagai fungsi social control yang transparan dengan kriteria yang jelas dalam penyelenggaraan TI 


Risk Management (Manajemen Resiko)

Manajemen risiko mengacu pada praktik mengidentifikasi potensi risiko di muka, menganalisa mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi / membatasi risiko.

Pada dasarnya, ketika suatu entitas membuat keputusan investasi, ia menghadapkan diri pada sejumlah risiko keuangan. Kuantum risiko semacam itu tergantung pada jenis instrumen keuangan. Risiko keuangan ini mungkin dalam bentuk inflasi tinggi, volatilitas di pasar modal, resesi, kebangkrutan, dll.

Jadi, untuk meminimalkan dan mengendalikan eksposur investasi terhadap risiko semacam itu, pengelola dana dan investor mempraktikkan manajemen risiko. Tidak memberikan pentingnya manajemen risiko sementara membuat keputusan investasi dapat menimbulkan malapetaka investasi pada saat gejolak keuangan dalam suatu perekonomian. Tingkat risiko yang berbeda datang melekat dengan berbagai kategori kelas aset.

Misalnya, deposito tetap dianggap sebagai investasi yang kurang berisiko. Di sisi lain, investasi dalam ekuitas dianggap sebagai usaha yang berisiko. Saat mempraktekkan manajemen risiko, investor ekuitas dan manajer investasi cenderung melakukan diversifikasi portofolio mereka sehingga meminimalkan paparan terhadap risiko.


Sistem Auditing IT Governance

Audit SI/TI merupakan upaya menilai apakah proses IT sudah dilakukan dengan baik untuk mendukung tujuan organisasi dengan melakukan pengendalian dari outcome yang dihasilkan.

Proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat :
  •         Melindungi aset milik organisasi,
  •         Mampu menjaga integritas data,
  •         Membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif,
  •         Menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien. 

Ada beberapa tahapan/langkah-langkah dalam Sistem Audit

A. Perencanaan (Planning)

     Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managemen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

   Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:
  •        Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
  •        Pengorganisasian tim audit
  •        Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
  •        Kaji ulang hasil audit sebelumnya
  •        Penyiapan program audit

B. Pemeriksaan Lapangan (Field Work)

Pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait.

Metode pengumpulan data yaitu:  wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

Pelaporan (Reporting)
  • Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level.
  • Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit.
  • Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner.

Tindak Lanjut (Follow Up)
  • Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti
  • Wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Sumber :





Baca selengkapnya