Rabu, 01 Mei 2019

Contol Soal TOEFL dan Pembahasannya

Contol Soal TOEFL dan Pembahasannya

1.     If we don’t hurry, the meeting ______ by the time we get there.
    A. would have started
    B. will have started
    C. will be started
    D. will start
Jawaban : D
Keyword : don’t hurry
Pembahasan : Kalimat ini adalah pengandaian tipe 1. Polanya adalah If + S + V1, S + will + V1.

2.     If Rani were not busy at the moment, she would go out with me, said Maria.
  From Maria’s utterance we know that Rani ______ with her.
    A. goes
    B. went
    C. didn’t go
    D. doesn’t go
Jawaban : D
Keyword : would go
Pembahasan : Pernyataan tipe 2 jika dijadikan kenyataan berubah menjadi kalimat dengan menggunakan bentuk present tense, dan jika kalimatnya positif berubah menjadi negatif dan sebaliknya.

3.     She would like to live in Indonesia, ______ it never snows.
    A. when
    B. where
    C. that
    D. which
Jawaban : B
Keyword : Indonesia
Pembahasan : Karena Indonesia adalah nama tempat, kata untuk menggantikan tempat adalah where.

4.     ______ her shyness, she would have become a great teacher.
    A. She had overcome
    B. If had she overcome
    C. If she overcame
    D. If she would overcome
Jawaban : B
Keyword : would have become
Pembahasan : Kalimat ini adalah pengandaian tipe 3. Polanya adalah If S + had + V3, S + would + have + V3.

5.      Alfred visited some countries in Asia, Europe and America. He bought luxurious thing for his wife and children. He ______ a lot of money.
    A. could have
    B. would have
    C. ought have
    D. must have had
Jawaban : D
Key word : bought luxurious things
Pembahasan : Frasa bought luxurious things (membeli barang-barang mahal) sudah pasti (must) dikaitkan dengan mempunyai banyak uang (a lot of money).

6.      If I had a lot of time, I would study German.  From this sentence we know that _____.
A. I have a lot of time, so I study German
B. I studied German because I had a lot of time
C. I want to study German because I have a lot of time
D. I would like to study German, but I don’t have much time
Jawaban : D
Keyword : If I had a lot of time, I would study German
Pembahasan : Kalimat ini adalah kalimat pengandaian tipe 2, yang subjeknya tidak mempunyai kemungkinan untuk mencapai tujuan pengandaiannya. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa I would like to study German, but I don’t have much time.

7.     The child ate up all the meal we had served. He ______ very hungry.
    A. will have been
    B. could have been
    C. must have been
    D. would have been
Jawaban : C
Key word : ate up all; very hungry
Pembahasan : Pada kalimat dikatakan si anak memakan semua masakan yang dihidangkan. Karena itu dapat disimpulkan bahwa anak itu pasti (must) sangat kelaparan.

8.     Mom and Dad just left for the airport twenty minutes ago, so they _____ there yet.
    A. can’t have gotten
    B. shouldn’t have gotten
    C. had better have gotten
    D. could have gotten
Jawaban : B
Key word : just; so
Pembahasan : Frasa just left berarti “baru saja pergi”. Kata sambung so menunjukkan kesimpulan bahwa Ibu dan Ayah pastinya belum akan sampai di bandara (shouldn’t have gotten).

9.     Dina : Roni, that is the most popular book nowadays.
 Roni : Oh yes. It must have been written by a distinguished professor.
 From the dialogue we know that indeed a distinguished professor ______  that book.
A.   Wrote
B.    would write 
C.    should write
D.   planned to write
Jawaban : A
Key word : It must have been written
Pembahasan : Frasa pada kata kunci menunjukkan bahwa proses penulisan buku ini telah selesai. Satu-satunya pilihan jawaban yang menunjukkan proses itu telah selesai adalah wrote (dalam bentuk lampau).

10.  Berta : “Can I have your report soon?”
 Jono : “Sure, I ______ it before you go to the meeting.
A.  will finished
B.  will have finished
C.  am going to finish
D.  am finishing
Jawaban : B
Key word : before you go
Pembahasan : Frasa before you go to the office (sebelum kau pergi ke kantor) menunjukkan prediksi atas aktivitas yang terjadi di masa yang akan datang. Namun penggunaan before juga menunjukkan suasana future perfect (telah selesai dilakukan di masa yang akan datang).

NOMOR 11 - 20
Soal TOEFL: Reading
(1) Hot boning is an energy-saving technique for the meat processing industry. It has received significant attention in recent years when increased pressure for energy conservation has accentuated the need for more efficient methods of processing the bovine carcass. Cooling an entire carcass requires a considerable amount of refrigerated space, since bone and trim Mable fat are cooled along with muscle. It (5) is also necessary to space the carcasses adequately in the refrigerated room for better air movement and prevention of microbial contamination, thus adding to the volume requirements for carcass chillers.
Conventional handling of meat involves holding the beef sides in the cooler for 24 to 36 hours before boning. Chilling in the traditional fashion is also associated with a loss of carcass weight ranging from 2 (10) percent to 4 percent due to evaporation of moisture the meat tissue.

Early excision, or hot boning , of muscle prerigor followed be vacuum packaging has several potential advantages. By removing only the edible muscle and fat prerigor, refrigeration space and cost are minimized, boning labor is decreased, and storage yields increased. Because hot boning often result in the toughening of meat, a more recent approach, hot boning following electrical stimulation, has been (15) used to reduce the necessary time of rigor mortis.
Some researchers have found this method beneficial in maintaining tender meat, while others have found that the meat also becomes tough after electrical stimulation.

11.  All of the following are mentioned as drawbacks of the conventional method of boning EXCEPT
A. Storage space requirements.
B. Energy waste.
C. Loss of carcass weight.
D. Toughness of meat.
Jawaban: D
Pembahasan : Yang dipertanyakan oleh soal yaitu terkait apa yang TIDAK menjadi drawback dari conventional method. Kita lihat dari pilihan jawaban kita lihat bahwa pilihan D Toughness of meat merupakan drawback dari hot boning (metode pengganti conventional method). Sementara pilihan lain A, B, dan C merupakan drawback dari conventional method.

12.  Hot boning is becoming very popular because
A. it causes meat to be very tender.
B. it helps conserve energy and is less expensive than conventional methods.
C. meat tastes better when the bone is adequately seared along with the meat.
D. it reduces the weight of the carcass.
Jawaban : B
Penjelasan: 4. Soal bagian ini mempertanyakan terkait alasan metode Hot Boning menajadi sangat popular pada saat ini. Itu berarti hal yang mesti kita pilih terkait kelebihan yang dipunyai oleh Hot Boning . Kelebihan yang mana menutupi kekurangand ari metode conventional.

13.  All of the following are mentioned as drawbacks of the conventional method of boning EXCEPT
A. Storage space requirements.
B. Energy waste.
C. Loss of carcass weight.
D. Toughness of meat.
Jawaban : D
Penjelasan: Yang dipertanyakan oleh soal yaitu terkait apa yang TIDAK menjadi drawback dari conventional method. Kita lihat dari pilihan jawaban kita lihat bahwa pilihan D Toughness of meat merupakan drawback dari hot boning (metode pengganti conventional method). Sementara pilihan lain A, B, dan C merupakan drawback dari conventional method.

14.  In the line 2, the word "pressure" is closest in meaning to
A. urgency.
B. weight.
C. flavor.
D. cooking texture.
Jawaban : A
Penjelasan:  kalimat di atas mengindikasikan bahwa ada urgency dalam memelihara energy.

15.  The toughening of meat during hot boning has been combatted by
A. following hot boning with electrical stimulation.
B. tenderizing the meat.
C. using electrical stimulation before hot boning.
D. removing only the edible muscle and fat prerigor.
Penjelasan: Jawaban dari soal ini dapat Anda lihat pada paragraf ke tiga "Because hot boning often result in the toughening of meat, a more recent approach, hot boning following electrical stimulation, has been used to reduce the necessary time of rigor mortis." Toughening of meat merupakan salah satu masalah dalam penggunaan metode hot boning. Masalah ini telah di -combatted dengan "hot boning following electrical stimulation" atau "following hot boning with electrical stimulation."

16.  In the line 7, "carcass" is nearest in meaning to
A. a refrigerator for the animal body.
B. a method of boning meat.
C. electrical stimulation of beef.
D. early excision.
Jawaban : A
Penjelasan: Jika Anda mengetahui bahwa carcass meruapakan sinonim dari body dan to chill sinonim dari to cool maka akan lebih cepat. Tapi tanpa mengetahui arti kata secara pasti pun, Anda tetap bias mengetahui sinonim dari kata carcass chiller hanya dengan membaca teks. Anda bisa melihat bahwa objeck yang dibacarakan dalam bacaan terkait meat. Dan carcass termasuk benda yang di cooling (lihat baris 5). Dan dari kata chiller, Anda bisa mengetahui bahwa chiller mengarah ke suatu alat dengan alasan penggunaan akhiran –er. Olehnya, Anda hanya perlu mencari jawaban yang menandakan suatu alat.

17.  In the line 11, "early excision" is closest in meaning to__
A. vacuum packaging.
B. hot boning.
C. carcass chilling.
D. electrical stimulation.
Jawaban : B
Penjelasan: Penggunaan kata or menandakan bahwa early excision merupakan kata lain dari hot boning.

18.  In line 3, the word "carcass" is closest in meaning to
A. deboned meat.
B. body.
C. refrigerator.
D. fat.
Jawaban : B
Penjelasan: Keseluruhan bacaan membahas tentang perlakuan pada body of dead animal yang mana disebut dengan sebutan carcass.

19.  The word "bovine" in line 3 is nearest in meaning to
A. cold
B. electrically stimulated
C. beef
D. pork
Jawaban : C
Penjelasan: Bovine bermakna daging sapi.

20.  The word "this" in line 16 refers to
A. hot boning
B. hot boning following electrical stimulation
C. rigor mortis
D. removing edible muscle and fat prerigor
Penjelasan: Menjawab soal TOEFL reading terkait referensi artikel termasuk hal yang mudah. Anda bisa melihat kalimat sebelum dari letak artikle yang dipertanyakan. Artikel this merupakan referensi kata dari hot boning.


 
Baca selengkapnya

Kamis, 28 Maret 2019

BAHASA INGGRIS BISNIS 2# -1. INTRODUCTION LETTER

BAHASA INGGRIS BISNIS 2# -1. INTRODUCTION LETTER

INTRODUCTION LETTER

Tambun - Sumber Jaya
East Bekasi, 17510

Thursday, 28 March 2019

The Teacher University of Gunadarma
Introduction Letter
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang
Bekasi, 17510

Dear Mr. Badaru Syamsul,
Assalamualaikum Wr. Wb.

My Name is Mohamad Pascal, I came from East Bekasi and I live in Sumber Jaya village, I’m 21 years old. My religion is moslem, and My hobby is reading and writting novel. I’m a College Student from University of Gunadarma.

Greetings from me and Thank you  Mr. Badaru Syamsul for become a Teacher "Bahasa Inggris Bisnis 2 # " in University of Gunadarma and teaching in class of  4KA30.

Nice to meet you and I hope, Mr. Badaru Syamsul give more knowledge in Teaching me and another  college student about English business knowledge.

Okay, that’s all that I can tell you a little about myself.
Thank you.
Yours very truly,


Mohamad Pascal,
College Student  4KA30

Mohamad Pascal
14115263
Tugas Softskill :
Bpk. Badaru Syamsul

Baca selengkapnya

Rabu, 12 Desember 2018

IT Governance dan Risk Management



IT Governance (Tata Kelola Teknologi Informasi)


IT Governance di definisikan sebagai proses yang memastikan penggunaan TI yang efektif dan efisien dalam memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya. Contoh dari Tata kelola permintaan IT adalah proses di mana organisasi memastikan evaluasi, pemilihan, prioritas, dan pendanaan yang efektif dari investasi TI yang bersaing; mengawasi pelaksanaannya; dan ekstrak (terukur) manfaat bisnis. ITDG adalah proses pengambilan keputusan dan pengawasan investasi bisnis, dan ini adalah tanggung jawab manajemen bisnis.

Tata kelola sisi penawaran TI (ITSG — bagaimana TI harus melakukan apa yang dilakukannya) berkaitan dengan memastikan bahwa organisasi TI beroperasi dengan cara yang efektif, efisien dan patuh, dan itu terutama tanggung jawab CIO.

Lalu pertanyannya, Apa manfaat dari penerapan Tata Kelola TI?
  • Meningkatkan koordinasi dan rencana layanan TI dengan bisnis atau organisasi.
  • Sebagai rujukan kualitas penyelenggaraan TI.
  • Memudahkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan TI.
  • Sebagai panduan sesuai best practices dalam penyelenggaraan TI.
  • Mengoptimalkan pencapaian value dari penyelenggaraan TI untuk internal manajemen dan pelayanan publik atau masyarakat.
  • Publik atau masyarakat akan mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik.
  • Sebagai fungsi social control yang transparan dengan kriteria yang jelas dalam penyelenggaraan TI 


Risk Management (Manajemen Resiko)

Manajemen risiko mengacu pada praktik mengidentifikasi potensi risiko di muka, menganalisa mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi / membatasi risiko.

Pada dasarnya, ketika suatu entitas membuat keputusan investasi, ia menghadapkan diri pada sejumlah risiko keuangan. Kuantum risiko semacam itu tergantung pada jenis instrumen keuangan. Risiko keuangan ini mungkin dalam bentuk inflasi tinggi, volatilitas di pasar modal, resesi, kebangkrutan, dll.

Jadi, untuk meminimalkan dan mengendalikan eksposur investasi terhadap risiko semacam itu, pengelola dana dan investor mempraktikkan manajemen risiko. Tidak memberikan pentingnya manajemen risiko sementara membuat keputusan investasi dapat menimbulkan malapetaka investasi pada saat gejolak keuangan dalam suatu perekonomian. Tingkat risiko yang berbeda datang melekat dengan berbagai kategori kelas aset.

Misalnya, deposito tetap dianggap sebagai investasi yang kurang berisiko. Di sisi lain, investasi dalam ekuitas dianggap sebagai usaha yang berisiko. Saat mempraktekkan manajemen risiko, investor ekuitas dan manajer investasi cenderung melakukan diversifikasi portofolio mereka sehingga meminimalkan paparan terhadap risiko.


Sistem Auditing IT Governance

Audit SI/TI merupakan upaya menilai apakah proses IT sudah dilakukan dengan baik untuk mendukung tujuan organisasi dengan melakukan pengendalian dari outcome yang dihasilkan.

Proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat :
  •         Melindungi aset milik organisasi,
  •         Mampu menjaga integritas data,
  •         Membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif,
  •         Menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien. 

Ada beberapa tahapan/langkah-langkah dalam Sistem Audit

A. Perencanaan (Planning)

     Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managemen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

   Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:
  •        Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
  •        Pengorganisasian tim audit
  •        Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
  •        Kaji ulang hasil audit sebelumnya
  •        Penyiapan program audit

B. Pemeriksaan Lapangan (Field Work)

Pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait.

Metode pengumpulan data yaitu:  wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

Pelaporan (Reporting)
  • Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level.
  • Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit.
  • Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner.

Tindak Lanjut (Follow Up)
  • Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti
  • Wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Sumber :





Baca selengkapnya

Selasa, 22 Mei 2018

Gottmörder 1 - Prolog



Aku akan memberikan satu pertanyaan pada kalian :
----... Seberapa luas alam semesta?
Ini adalah pertanyaan yang bodoh dan tidak perlu diucapkan.. Tapi pertanyaan ini selalu terbayang dalam pikiranku dan itu memunculkan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang tidak ada habisnya.
Apakah tempat dimana mahluk hidup berada hanya ada satu? Atau mungkin disetiap bintang ada kehidupan lain? Pertanyaan seperti ini bukanlah hal yang akan direspon orang lain dengan serius, mereka hanya akan mentertawakanmu sebagai jawaban mereka.
.. Lalu mengapa manusia ada di bumi? Apakah Tuhan menciptakan manusia hanya di satu planet dalam satu bintang saja? Lalu mengapa di langit sana banyak sekali bintang yang bersinar sangat terang, apakah itu hanya semata-mata diciptakan sebagai hiasan saja agar alam ini menjadi indah? Tidakkah kalian berpikir kalau di tempat yang jauh juga ada yang melihat matahari sebagaimana kita melihat bintang dari kejauhan?
Aku mempercayai eksitensi yang dinamakan Tuhan.
Alasan? Ambil satu contoh; dalam sebuah legenda urban ataupun gosip.. apakah itu hanya muncul tanpa ada sebab? Mungkin kalian akan mengatakan 'itu hanya kebohongan seseorang yang dilebih-lebihkan' –
Lalu pertanyaannya ketika kalian sedang berpikir tentang sesuatu, apakah pikiran itu muncul begitu saja tanpa ada yang memicu rasa penasaran dan keingintahuan yang menyebabkan otak kalian berpikir dan berspekulasi?
Apa jawaban kalian ketika melihat segelintir pertanyaan-pertanyaan ini? apa yang otak kalian proses? Dan apa jawaban yang ada diotak kalian?
Bagaimana pandangan kalian tentang dunia selanjutnya?
-------........
Surga dan Neraka. Itu adalah dua tempat yang sangat sering kita temui dalam kitab-kitab suci, lalu dari mana istilah itu berasal? Dan mengapa dalam setiap kitab yang berbeda selalu mendifinisikan kedua tempat itu dengan kesamaan yang sangat spesifik, seperti surga adalah tempat yang indah dan neraka adalah tempat dimana manusia disiksa atas perbuatan buruknya.
Dari manakah asal informasi yang ada didalam kitab itu? Apakah manusia membayangkannya setelah melihat tempat yang indah dan mendefinisikannya sebagai surga? Lalu bagaimana dengan mahluk seperti malaikat dan iblis? Bagaimana permulaan manusia bisa mengetahui hal-hal ini? imajinasi? Lalu apa yang memicu manusia untuk berimajinasi seperti itu? atau ada yang memberitahu kepada manusia? lalu siapa yang memberitahu semua itu?
Jika kita berpikir kalau yang namanya dunia selanjutnya itu tidak ada, lalu ketika manusia mati, apa yang akan terjadi selanjutnya dan apa dirasakan oleh manusia itu? Pandangan hitam seperti tidur? Atau sudah selesai dan tidak sadar seperti pingsan begitu saja? Atau bereinkarnasi? Yah, kalian pasti memiliki jawaban yang berbeda-beda.. tapi terkadang pertanyaan-pertanyaan ini sangat sering dilupakan oleh manusia.
----.... kembali kepertanyaan awalku.
Seberapa luas alam semesta?


Baca selengkapnya

Selasa, 02 Januari 2018

PerbandinganTeknologi 3 Negara

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bias dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
Pada sistem cerdas kali ini membahas tentang Perbandingan Tekhnologi di 3 Negara Asia,seperti yang kita ketahui seiring perkembangan zaman banyak sekali tekhnologi yang menggunakan sistem cerdas untuk mempermudah,mempercepat,membantu kinerja manusia agar lebih mudah. Salah satunya adalah Teknologi Kereta Cepat yang berada di : 

Jepang




Sebuah kereta levitasi magnetik Jepang memecahkan rekor kecepatan dunia setelah bergerak dengan kecepatan 603 km per jam dalam uji coba di dekat Gunung Fuji. Kereta tersebut mengalahkan kecepatan kereta uji coba sebelumnya yang bergerak dengan kecepatan 590 km per jam.
Kereta levitasi magnetik Jepang menggunakan magnet bermuatan listrik untuk membawa gerbong di atas rel. Sebagai pemilik kereta, perusahaan Central Japan Railway (JR Central) berencana untuk memperkenalkan layanan kereta rute Tokyo-Nagoya pada 2027 mendatang.
Perjalanan 280 km antara Tokyo dan Nagoya, bisa ditempuh dalam waktu 40 menit. Namun, penumpang tidak akan merasakan kecepatan tertinggi kereja tersebut karena kereta akan beroperasi maksimum pada kecepatan 505 km per jam. Persiapan diperkirakan menghabiskan dana sebesar 100 miliar dolar hanya untuk rute ke Nagoya. Jepang rencananya akan membangun terowongan mahal.

CHINA

Teknologi sistem cerdas pertama untuk kereta kecepatan tinggi china di produksi oleh CSR Qingdao Sifang Co, Ltd di Qingdao, sebuah kota pantai di provinsi shandong China Timur. Tes kereta api, kecepatan tinggi (CRH) 380A kereta sebagai platform teknis adalah kendaraan transportasi besar pertama china yang menerapkan internet teknologi things dan teknologi jaringan sensor dimana penumpang bisa menikmati layanan informasi modern seperti e-ticket dan wifi.

Indonesia


Kereta cepat di Indonesia ini mengadopsi sistem kendali CTCS-3 yang telah mendapatkan sertifikasi dari Loyds dan TUV serta sertifikasi Safety Implementation Level (SIL) 4, sedangkan untuk telekomunikasi menggunakan sistem GSM-R yang dinilai andal dan terpercaya.
Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan dilengkapi dengan sistem teknologi pencegahan, risiko, dan keamanan. Kereta ini juga akan memiliki kendali pemeriksaan, pengawasan dan pemeliharaan secara menyeluruh terhadap berbagai fasilitas, antara lain unit kereta, jalur kereta, jembatan, sistem sinyal komunikasi dan jaringan kontak, pemantauan pergerakan roda dengan rel.
Teknologi ini memiliki fasilitas sistem deteksi dini terhadap bencana, pengujian yang komprehensif terhadap sarana serta prasarana untuk meyakinkan kereta dapat beroperasi aman dan tepat melebihi 99 persen dari standar EMUs. Pembangunan kereta cepat juga mempertimbangkan kondisi alam,iklim,geologi yang rawan gempa dan disesuaikan dengan UU yang berlaku di Indonesia.
Kereta cepat Jakarta-Bandung ini memiliki platform teknologi EMU China dengan kecepatan 350 km/jam. Untuk saat ini tentu disesuaikan dengan jarak tempuh, yang ditargetkan pada tahap komersial awal, 200 km per jam, sehingga waktu tempuh 140,9 km, sekitar 45 menit.

Baca selengkapnya
Kelebihan dan Kekurangan Dalam Penerapan Sistem Cerdas

Kelebihan dan Kekurangan Dalam Penerapan Sistem Cerdas

Image result for sistem cerdas

Sebelum membahas dampak positif dan negatif dalam penerapan sistem cerdas pada kehidupan sehari-hari, pertama-tama membahas bagaimana dampak positif dan negatif dalam sistem manual.

Keuntungan dalam sistem manual :
  • Dalam negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak, maka penerapan sistem manual dapat membantu negara dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya.
  • Pemahaman yang didapat oleh manusia ketika sering melakukan tugas yang sama sehingga timbul pemikiran untuk membuat kinerja dalam bidang menjadi efisien.
Kekurangan dalam sistem manual :
  • Karena sistem manual dijalankan oleh manusia, sering kali terjadi kesalahan dalam proses (human error).
  • Memakan banyak waktu dalam penerapan proses.
  • Management yang rumit karena semuanya dikerjakan oleh manusia.

lalu sekarang poin-poin tentang kelebihan dan kekurangan sistem cerdas.

Keuntungan dalam sistem cerdas:
  • Membuat waktu lebih efisien.
  • Tidak memerlukan banyak tempat dan pengaturan management yang rumit.
  • Kecilnya terjadi kesalahan dalam proses.
Kekurangan dalam sistem cerdas:
  • Membuat suatu perusahaan menjadi bergantung pada mesin yang memiliki sistem cerdas sehingga SDM yang menjadi sia-sia.
  • Kurangnya pemahaman dalam sebuah bidang, karena mesin hanya menjalankan apa yang telah di program, bila ada kesalahan dalam proses akan fatal.
Pandangan Pribadi tentang sistem cerdas di Indonesia :

Sebuah kemajuan teknologi seperti sistem cerdas atau secara umum mesin yang dapat beroperasi secara otoimatis adalah sebuah trobosan umat manusia dalam perkembangan teknologi yang dapat membantu dalam membantu tugas manusia.

Negara-negara yang melahirkan teknologi seperti ini pada awalnya adalah mayoritas negara yang memiliki SDM yang sedikit, sehingga mereka mencetuskan ide-ide untuk menutupi kekurangan tersebut sehingga sampai saat sudah banyak sekali mesin yang berbasis sistem cerdas, dapat bekerja dengan mandiri.

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali yang penerapan sistem cerdas yang dapat ditemui dalam kegiatan sehari-hari, contohnya mesin tarik tunai, mesin setoran tunai, GTO dan e-money -- contoh-contoh itu hanyalah sebagian kecil dari beberapa sistem cerdas yang telah diterapkan.

Secara pribadi saya setuju bahwa Indonesia perlu penerapan sistem cerdas, tapi -- tapi saya beranggapan penerapan sistem cerdas di Indonesia harus disesuaikan (sewajarnya), karena Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia berbeda dengan negara-negara pencetus sistem cerdas seperti (contoh) Jepang yang saat ini tingkat kelahiran penduduk dibawah rata-rata dan kurangnya tenaga kerja sehingga harus membuat kebijakan dimana para pekerja imigran (disana menyebutnya dengan tamu) dapat menjadi warga negara setelah bekerja selama 5 tahun di negara itu.

Beberapa saat yang lalu saya sempat membaca berita, dimana pemerintah membuat kebijakan seluruh gerbang tol akan melakukan transaksi menggunakan uang elektronik, menurut saya inis sedikit kurang tepat, karena seolah-olah tidak melihat SDM di Indonesia yang banya sekali saat ini.

Meski kelebihan yang didapat dalam sistem cerdas dapat menghemat waktu transaksi tapi masih ada kemungkina kesalahan dalam proses, dan itu membutuhkan bantuan manusia untuk mengatasinya. Bayangkan bila gerbang tol menerapkan sistem GTO secara keseluruhan, dan beberapa dari mesin otomatis tersebut mengalami error disaat arus jalanan padat, apa yang akan terjadi? penumpukan kendaraan yang tidak akan terhindari.

Baca selengkapnya

Selasa, 31 Oktober 2017

Kecerdasan buatan dalam bidang bidang perusahaan

Rekam Medik Elektronik (Electronic Medical Record/EMR)

Rekam medik memanfaatkan kelebihan komputer untuk menginput, menyimpan, mengolah dan memanfaatkan data rekam medis seorang pasien sehingga komputer diharapkan dapat melakukan diagnosis dan menentukan tindakan medis untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.

Penerapan kecerdasan buatan (dari komputer) untuk rekam medik elektronik menggunakan teknik reasoning. Teknik reasoning memungkinkan komputer mengambil sebuah keputusan berdasarkan pengetahuan (data) dan aturan (rule) yang dimasukkan dan diproses dalam bentuk basis pengetahuan (knowledge base). Kecerdasan komputer dapat ditingkatkan dengan memasukkan fakta atau rule yang merupakan penemuan baru ke dalam knowledge base.

Sistem Pakar merupakan salah satu contoh penerapan kecerdasan komputer dalam rekam medik elektronik. Sistem pakar mengalihkan keahlian tenaga medis ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli.

sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.

Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah.
Rekam medik memanfaatkan kelebihan komputer untuk menginput, menyimpan, mengolah dan memanfaatkan data rekam medis seorang pasien sehingga komputer diharapkan dapat melakukan diagnosis dan menentukan tindakan medis untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.

Penerapan kecerdasan buatan (dari komputer) untuk rekam medik elektronik menggunakan teknik reasoning. Teknik reasoning memungkinkan komputer mengambil sebuah keputusan berdasarkan pengetahuan (data) dan aturan (rule) yang dimasukkan dan diproses dalam bentuk basis pengetahuan (knowledge base). Kecerdasan komputer dapat ditingkatkan dengan memasukkan fakta atau rule yang merupakan penemuan baru ke dalam knowledge base.

Sistem Pakar merupakan salah satu contoh penerapan kecerdasan komputer dalam rekam medik elektronik. Sistem pakar mengalihkan keahlian tenaga medis ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli.

sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.

Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah.
Pengalihan keahlian tenaga medis ke komputer dan ke tenaga medis lain membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan (knowledge base) yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan).

Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi (mengambil kesimpulan). Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine) dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Sistem pakar dalam rekam medik elektronik menggunakan basis pengetahuan yang berasal dari para tenaga medis ahli dan digunakan untuk mengambil sebuah keputusan kesehatan serta menentukan tindakan medis untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami pasien. Selnjutnya setiap aktivitas dalam penggunaan sistem pakar disimpan sebagai data elektronik dalam rekam medik elektronik.

Visi dan Misi Pemerintahan/Perusahaan

Di setiap dalam sebuah organisasi, entah itu sebuah perusahaan hingga organisasi masyakarat pasti memiliki yang nama visi misi sehingga mereka membentuk sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Ambil contoh salah satu perusahaan dalam bidang perminyakan di Indonesia, yaitu Pertamina Persero. Mereka memiliki visi misi, yaitu :

Visi: Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.


Misi: Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.


Untuk mewujudkan Visi Perseroan sebagai perusahaan kelas dunia, maka Perseroan sebagai perusahan milik Negara (100% saham dimiliki Negara) turut melaksanakan serta menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, terutama di bidang penyelenggaraan usaha energi, yaitu minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang energi tersebut serta pengembangan optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Misi Perseroan menjalankan usaha inti minyak, gas, bahan bakar nabati serta kegiatan pengembangan, eksplorasi, produksi serta niaga energi baru dan terbarukan (new and renewable energy) secara terintegrasi.

Teknologi yang digunakan di Pertamina

1. GravFluid Technology, adalah perangkat lunak berbasis pengolahan data gayaberat untuk mendapatkan model bawah permukaan berdasarkan distribusi rapat masa. Keunikan perangkat lunak ini adalah kemampuannya untuk mengolah data time-lapse (4D) gayaberat untuk memonitor perilaku reservoir minyak dan gas bumi serta geothermal.

GravFluid Technology  merupakan perangkat lunak pertama dari metoda gayaberat yang bermanfaat untuk melakukan monitoring perubahan sifat fisik reservoir antara lain perubahan tekanan serta kejenuhan minyak dan gas bumi dari waktu ke waktu selama masa produksi.

GravFluid Technology yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung adalah merupakan perangkat lunak yang terintegrasi mulai dari study kelayakan survey gravitasi, akuisisi, pengolahan data, pemodelan dan simulasi reservoir. Teknologi gayaberat 4 dimensi ini diaplikasikan untuk membantu mengetahui daerah yang masih berpotensi untuk dilakukan pemboran pengembangan untuk meningkatkan perolehan minyak dan gas, meningkatkan akurasi penempatan sumur injeksi dan pengembangan serta mengurangi resiko kegagalan pemboran. Teknologi yang digunakan juga tidak menimbulkan efek negatif lingkungan dan mampu menghemat biaya hingga 85 persen dibandingkan teknologi monitor reservoir dengan menggunakan data seismik.

2. PetroGen, adalah perangkat lunak untuk melakukan rekonstruksi dan merangkum sejarah geologi suatu cekungan sedimentasi. Dengan demikian proses pembentukan dan pemerangkapan minyak dan gas bumi di suatu daerah dapat diketahui. Perangkat lunak ini juga memiliki keunggulan untuk melakukan analisa umur dan lingkungan pengendapan batuan sedimen, kemampuan menganalisa “suppresi Ro”, analisa energi aktivasi kerogen dan dirancang secara khusus, disesuaikan dengan kondisi geologi cekungan-cekungan di Indonesia sehingga dapat mengurangi tingginya resiko eksplorasi minyak dan gas bumi

3. TomoDepth, merupakan perangkat lunak pengolahan data seismik lanjut yang dikembangkan berdasarkan metoda Common Reflection Surface (CRS) stack. Keungulan perangkat lunak ini adalah kecepatan dan ketepatan yang lebih tinggi dibanding metoda konvensional, serta mampu menghasilkan kualitas penampang seismik yang lebih baik. Perangkat lunak ini sangat tepat digunakan pada daerah dengan kualitas data seismik yang kurang baik, kerapatan data yang rendah dan struktur geologi yang  kompleks. Selain itu, keluaran hasil olahan CRS ini juga berupa model distribusi kecepatan gelombang seismik bawah permukaan yang dapat digunakan untuk proses lanjut seperti Pre-stack Depth Migration (PSDM).

Basic source code perangkat lunak ini berasal dari konsorsium Wave Inversion Technology (WIT) Jerman yang dikembangkan Pertamina bersama ITB menjadi perangkat lunak yang terintegrasi dan mudah digunakan.

4. PF Design, adalah perangkat lunak untuk mempercepat proses perancangan fasilitas produksi migas yang baru maupun mengevaluasi performansi fasilitas produksi migas yang telah beroperasi. Salah satu alat bantu yang sangat bermanfaat dalam penyusunan POD, memiliki fitur kemampuan yang lebih lengkap dan terintegrasi. Prosedur perhitungan dalam PF Design didasarkan pada berbagai korelasi baku, best engineering practices, dan international engineering standard.

Originalitas perangkat lunak ini terletak pada kelengkapan dan keterpaduan fitur-fitur yang dimiliki serta kemudahan dan kecepatan dalam menghasilkan laporan. Melalui software ini perencanaan dapat dilakukan secara komprehensif, dengan hasil perhitungan yang dikemas secara lengkap.

Pada perkembangan berikutnya, PF Design akan dilengkapi dengan kemampuan perancangan peralatan untuk mitigasi dampak lingkungan, seperti pengolahan air terproduksi dan penyingkiran komponen gas asam dalam produk minyak dan gas bumi.

5. AI Chem Amine TS, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu memonitor dan troubleshooting pengoperasian instalasi penyingkiran gas asam dari gas alam berdasarkan proses alkanolamine. Perangkat lunak ini dirancang untuk membantu mengatasi masalah lingkungan dan melakukan penghematan dengan dimilikinya instalasi penyingkiran gas asam yang bebas dari gangguan operasi.

Sebagai aplikasi kecerdasan buatan, perangkat lunak ini memiliki originalitas dari segi teknik penampilannya. Untuk aplikasi khusus pada proses alkanolamine, belum ada perangkat lunak sejenis yang ditemui di pasaran dan perangkat lunak ini dapat diimplementasikan pada aplikasi Microsoft Excel sehingga mudah dalam penggunaannya.

6. Pertamina Geodatabase & Web GIS, adalah aplikasi berbasis teknologi opensource (Apache, MapServer, PosgreSQL, PostGIS, PHP & Javascript) dan menggabungkan seluruh data spasial dan atribut dalam sebuah geodatabase. Geodatabase dibangun dengan memanfaatkan data modul yang sudah ada yaitu Public Petroleum Data Model (PPDM) Lite 1.1 yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan konsep teknologi Geopraphical Information System (GIS) dan kebutuhan Pertamina.

Sistem aplikasi ini dibangun untuk menjadi alat bantu pekerja Pertamina mulai dari yang bekerja di bidang teknik di lapangan, manajemen menengah, hingga manajemen puncak untuk memperoleh data yang valid, informasi yang mudah dan cepat diperoleh/diakses. Aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi “Integrator” bagi aplikasi lain dan dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Aplikasi ini memiliki nilai tambah yang tinggi karena berbasis teknologi Opensource dan dalam penerapan atau instalasinya tidak membutuhkan lisensi tambahan.

Modifikasi data model yang ada ke sebuah geodatabase yang sesuai dengan karakter Pertamina merupakan satu faktor originalitas aplikasi ini. Selain itu beberapa fitur pada aplikasi yang dapat memperlihatkan pandangan panoramik pada suatu posisi tertentu dan model 3D dari aset di lapangan merupakan suatu solusi yang khas dibangun untuk mendukung operasinal Pertamina.

7. 3D Cross Resistivity Technology, adalah Perangkat lunak untuk melakukan pemodelan reservoir minyak dan gas bumi sampai kedalaman 800 meter berdasarkan data tahanan jenis batuan. Metoda ini dapat mengganti pemetaan reservoir dangkal yang dengan metoda seismik tidak memberikan hasil yang baik. Perangkat lunak ini memadukan aspek perhitungan, database, visual dan mudah digunakan. Sampai saat ini baru dapat menampilkan 1D inversion & log-like modeling, sementara untuk pengembangan ke depan, perangkat lunak ini diharapkan dapat ditampilkan dalam 3 dimensi.

8. PertaGama, adalah perangkat lunak untuk melakukan alih media dari berbagai jenis media penyimpan berbasis pita magnetik dan format data seismik dari berbagai tahun keluaran ke dalam media disk. Perangkat lunak ini  juga dapat berfungsi untuk kontrol kualitas (QC) data seismik. Perangkat lunak yang dikembangkan bersama Universitas Gajah Mada ini menggunakan free open source bersifat sangat mudah diaplikasikan, sangat sederhana, dapat dijalankan di komputer manapun yang mempunyai sistem operasi linux, serta keunggulannya adalah dapat mengedit, menghapus, mengkopi, memotong dan mengurutkan hasil rekaman  data seismik dengan lebih cepat dan praktis.

9. TopoSeis Bixend adalah perangkat lunak yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kontrol kualitas, pengolahan, serta visualisasi data topografi survei seismik darat dari pengukuran titik kontrol, titik tembak, dan titik rekam. Perangkat lunak ini mengintegrasikan proses akusisi data lapangan, pengolahan data, dan penyajian hasil dalam satu sistem, yang selama ini dilakukan secara terpisah pada perangkat lunak sejenis yang ada. Keunggulan lain adalah penggunaan database untuk menyimpan data ukuran dan data hasil hitungan. Perangkat lunak ini juga dilengkapi uji statistik untuk mengetahui kualitas data hasil ukuran maupun untuk mendeteksi kesalahan besar yang terjadi pada data ukur. Fasilitas ini dirancang untuk dapat mendukung seluruh kegiatan pemetaan di operasional hulu Pertamina.

10. Knowledge Management Hulu, adalah sistem berbasis web yang merangkum semua pengetahuan (knowledge) di bidang hulu, yang bertujuan untuk mempercepat pencapaian sasaran perusahaan melalui integrasi manusia, proses, dan teknologi. Manfaat Knowledge Management antara lain adalah untuk menghindari melakukan kesalahan yang sama, mampu mengulang kesuksesan dan mempertahankannya, mempersingkat siklus belajar, membuat keputusan berdasar pengetahuan yang mendalam dan mengelola aset pengetahuan perusahaan.

sumber : 

http://www.pertamina.com/company-profile/visi-dan-misi/

http://www3.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/3617-pt-pertamina-luncurkan-10-perangkat-lunak-bisnis-hulu-migas.html
Baca selengkapnya

Sabtu, 30 September 2017

Teknologi Sistem Cerdas

   



   A.     Definisi Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas merupakan salah satu cabang Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan suatu masalah yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Pengantar Teknologi Sistem Cerdas adalah serangkaian system yang di bangun manusia untuk memudahkan pekerjaan manusia dengan mengandalkan mesin atau sebuah program yang terkomputerisasi. atau biasa disebut dengan kecerdasan buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
    
   B.     Sejarah Teknologi  Sistem Cerdas

Artikel ilmiah yang pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh  Allen Newell and  Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru  dianggap sebagai  bidang  tersendiri di  konferensi  Dartmouth tahun 1956, dimana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana  cara berfikir manusia. Hipotesis   mereka   adalah "Mekanisme berfikir   manusia   dapat   secara   tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer  digital",  dan  ini yang  menjadi  landasan dasar Kecerdasan Buatan.

    C.      Contoh Penerapan Teknologi Sistem Cerdas di Kehidupan Sehari-hari


Contoh dari sistem cerdas yang diterapkan saat ini dan sering digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehar-hari adalah Smart Card. 

Dan yang biasa digunakan adalah ATM, Credit Card dan Uang elektronik, ketiganya ini menggunakan teknologi sistem cerdas, memakai sebuah kartu untuk melakukan transaksi secara langsung atau tidak langsung, yang sengat memudahkan manusia untuk berbelanja.

Smart Card Sendiri secara bahasa berarti kartu pintar. Mengapa ia disebut pintar? karena ia memiliki mikroprosesor yang dapat melakukan perhitungan, fungsi logika dan sebagainya seperti layaknya prosesor pada komputer / laptop Anda.

Dalam buku Smart Card Handbook, dijelaskan sedikit sejarah tentang smart card. Pada awalnya, smart card tidak sepintar sekarang (tidak ada mikroprosesor). Smart card hanyalah sebuah kartu dengan nama pemiliknya. Digunakan sebagai alat pembayaran yang berdasarkan atas kepercayaan dan status pemilik kartu tersebut. Kartu ‘pintar’ ini pertama kali digunakan di Diners Club pada tahun 1950. 

Sebagai alat penyimpan data, kartu ini menyimpan nama pemiliknya. Waktu berganti, kemudian muncul berbagai tambahan seperti nama pemilik yang diembos (timbul), tanda tangan pemilik yang tujuannya adalah menghindari pemalsuan kartu. Semakin lama, hal ini kurang efektif untuk menjaga keamanan kartu. Selain itu, perkembangan teknologi membutuhkan kartu agar dapat dibaca dan diproses menggunakan komputer. Perkembangan pertama yang cukup revolusioner adalah magnetic stripe pada bagian belakang kartu.

Magnetic stripe dapat menyimpan data seperti nama pemilik, nomor kartu dan lain halnya sehingga komputer dapat melakukan pemrosesan data pada smart card. Untuk lebih jelas tentang magnetic stripe dapat membaca tulisan saya Magnetic Stripe Si Hitam Manis.

Walaupun inovasi magnetic stripe cukup revolusioner, tapi tetap saja teknologi ini dapat dikelabui juga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab (baca : kalau mereka bertanggung jawab, mereka pasti laporan ke pihak berwajib). Hingga akhirnya, inovasi yang dirasa cukup kuat untuk menjaga keamanan kartu muncul. Inovasi tersebut adalah menggunakan mikroprosesor beserta dua saudara kembar RAM – ROM dan Flash.

Mikroprosesor dapat ‘berpikir’ dan melakukan analisis serta perhitungan. Ia dapat menolak atau menerima perintah yang diberikan kepadanya sehingga penyalahgunaan kartu dapat dihindari. Itulah mengapa smart card menggunakan mikroprosesor (baca: bahasa kerennya chip).



Sumber :

Baca selengkapnya

Selasa, 20 Juni 2017

Artikel Service Level Agreement (SLA) dan Operational Level Agreement (OLA)

Artikel Service Level Agreement (SLA) dan Operational Level Agreement (OLA)


Saat ini Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi bagian penting untuk sebuah perusahaan/industri dalam menjalankan bisnisnya. Hampir semua sektor industri bisnis telah menerapkan TI seperti pada bagian produksi, pemasaran, keuangan dan lain sebagainya. Terlebih lagi pada zaman modern ini perkembangan TI sudah berkembang sangat pesat. Hal tersebut tentunya merupakan suatu peluang yang sangat bagus bagi sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada para customernya, yang tentu saja hal tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Didalam TI terdapat ITSM (Information Technology Service Management) atau yang sering disebut sebagai Arsitektur Operasional. ITSM adalah sebuah petunjuk/panduan proses-proses yang dijalankan untuk pengelolaan Teknologi Informasi bagi sebuah institusi/organisasi sehingga tujuan dari penerapan TI nya dapat dicapai secara efisien dan efektif. Service Management adalah layanan-layanan TI (IT services) kepada pelanggan (customer/user) yang berfokus terhadap berbagai perspektif dari pelanggan dengan menggunakan pendekatan atau metodologi yang berorientasi kepada konsistensi proses-proses yang dijalankan.

Sasaran dari Service Management adalah :
Menyelaraskan layanan-layanan TI nya sedemikian sehingga akan selalu memenuhi kebutuhan bisnis / organisasi dimana akan selalu berubah.
Menyediakan peningkatan kualitas dari layanan-layanan TI nya.
Secara jangka panjang menyediakan pengurangan biaya yang cukup berarti namun dengan peningkatan kualitasnya atas layanan-layanan TI nya.
Secara best practice unit organisasi TI di sebuah institusi bertanggung jawab terhadap pengelolaan TI dan menyediakan layanan-layanan TI baik kepada pengguna internal di institusinya dan kepada pelanggan (pihak eksternal) yang diwakili oleh atau disebut unit organisasi bisnis. Dalam memenuhi layanan TI nya, unit organisasi TI dimungkinkan memperoleh dukungan dari pihak lain diluar institusinya yang disebut provider dan atausuplier Teknologi Informasi.

Dalam memenuhi layanan TI nya kepada unit organisasi bisnis, ITSM menyarankan adanya Service Level Management (SLM) yang meliputi : Service Level Agreement (SLA), Underpinning Contract (UC), Operational Level Agreement (OLA). Pada artikel ini hanya akan menjelaskan mengenai SLA dan OLA saja.

Tujuan dari SLM adalah:
untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif dan produktif dengan pelanggan;
untuk menentukan dan menyepakati dengan pelanggan tingkat yang diperlukan dari layanan teknologi informasi dalam cara yang memahami pelanggan;
mengelola pelaksanaan layanan untuk memastikan disepakati tingkatan yang dicapai dan pelanggan yang merasa bahagia dengan apa yang mereka terima;
untuk memastikan sistem yang terus-menerus untuk memperbaiki tingkat pelayanan jika organisasi menginginkannya dan biaya dibenarkan dan terjangkau.
Service Level Agreement (SLA)
SLA adalah sebuah perjanjian antara penyedia produk/layanan dengan customers guna mengidentifikasi layanan apa saja yang akan di berikan oleh penyedia layanan dan menentukan standar kinerja yang wajib dipenuhi oleh peyedia layanan dalam jangka waktu tertentu.
Contoh kecil dari SLA yaitu saat memesan makan di sebuah restoran. Seorang pelayan akan mengatakan bahwa pesanan yang di pesan akan tersaji dalam waktu sekian menit. Waktu yang disebutkan oleh pelayan tersebut adalah SLA yang di janjikan oleh restoran kepada pelanggan.
SLA digunakan untuk berbagai layanan yang di tentukan antara unit organisasi TI dengan unit organisasi bisnis.

Antara pihak penyedia (supplier) dan pihak pelanggan (costumer) pastinya memiliki harapan yang berbeda.Harapan pelanggan menginginkan produk/layanan tersedia dengan cepat, namun dari pihak penyedia memerlukan waktu proses untuk menyediakan produk/layanan yang dibutuhkan tersebut. Perbedaan harapan inilah yang perlu dikomunikasikan agar tidak terjadi konflik. Di sinilah diperlukan SLA untuk menjembatani perbedaan harapan, mendefinisikan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pihak sekaligus menjadi alat ukur efektifitas penyediaan produk/layanan oleh supplier.

Operational Level Agreement (OLA)
OLA adalah perjanjian yang menentukan bagaimana berbagai kelompok TI dalam suatu perusahaan berencana memberikan layanan atau rangkaian layanan. OLA dirancang untuk mengatasi dan memecahkan masalah TI dengan menetapkan seperangkat kriteria tertentu dan menentukan rangkaian layanan TI tertentu yang dimana masing-masing departemen akan diberi tanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut. Lingkup layanan yang di berikan OLA hanya didalam unit organisasi TI itu sendiri.


Gambar 1. Hubungan Supplier, Unit Organisasi TI, Unit Organisasi Bisnis
Contoh kasus
Widyaiswara memerlukan Jadwal Tatap Muka selama satu bulan dari Bidang Penyelenggaraan karena Widyaiswara membutuhkan waktu persiapan untuk membuat atau menyempurnakan Bahan Ajar, Bahan Tayang dan Soal. Yang menjadi Supplier adalah Bidang Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) dengan input berupa Rekomendasi Pengajar. Selanjutnya terdapat proses menyusun jadwal selama satu bulan dan mengkonfirmasikannya dengan pengajar. Output yang dihasilkan dari proses ini adalah Jadwal Tatap Muka Satu Bulan sebagaimana permintaan Widyaiswara sebagai Costumernya.

Untuk memenuhi permintaan Widyaiswara tersebut, Bidang Penyelenggaraan membutuhkan input dari Bidang Renbang berupa Rekomendasi Pengajar, dengan harapan dapat diterima dalam jangka waktu tertentu. Di sisis lain, Bidang Renbang pun membutuhkan input lain dan waktu proses untuk membuatnya.

Hal ini lah yang mengakibatkan harapan Widyaiswara untuk mendapatkan Jadwal Tatap Muka Satu Bulan dalam jangka waktu tertentu belum tentu dapat dipenuhi oleh Bidang Penyelenggaraan karena terkait juga dengan beberapa proses di bidang-bidang lainnya.

Waktu proses untuk menghasilkan Jadwal Tatap Muka Satu Bulan inilah yang nantinya dinegosiasikan dan disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. Begitu seterusnya untuk produk/layanan lainnya, sehingga dengan adanya kesepakatan ini tidak menimbulkan friksi atau konflik yang mengakibatkan terganggunya proses dalam oganisasi secara keseluruhan.

Sumber
http://searchitchannel.techtarget.com/definition/service-level-agreement
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/167-artikel-pajak/12530-mengenal-lebih-dekat-sla-service-level-agreement
http://aryonurutomo.blogspot.co.id/2011/03/it-infrastructure-library-it-service.html
http://whatis.techtarget.com/definition/operational-level-agreement-OLA

http://annisanlestari.blogspot.co.id/2016/06/service-level-managementmanajemen_24.html
Baca selengkapnya

Jumat, 19 Mei 2017

Perbandingan Framework Manajemen Layanan Sistem Informasi

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi


1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)


 
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi Teknologi Informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

2. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)

 

Control Objective for Information and related Technology (COBIT), adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.

COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
- Perencanaan dan Organisasi (plan and organise)
- Pengadaan dan Implementasi (acquire and implement)
- Pengantaran dan Dukungan (deliver and support)
- Pengawasan dan Evaluasi (monitor and evaluate)

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan IT.
COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.


3. Software Maintenance Maturity Model

Maturity Model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT.

Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut:
1. Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan).
2. Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3. Tingkatan - tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan).
4. Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.


4. PRM-IT IBM's Process Reference Model for IT


5. Application Services Library (ASL)

 

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam aplikasi manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.


6. Business Information Services Library (BISL)

 O

BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. BiSL berkaitan erat dengan kerangka ITIL dan ASL, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir).


7. Microsoft Operations Framework (MOF)

Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu Teknologi Informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
 

8. eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability
Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management

eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktik terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
·         Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup.
·         Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan.

·         Untuk menawarkan penyedia layanan standar yang digunakan saat membedakan diri dari pesaing



Nama : Mohamad Pascal Dwi K
NPM  : 14115263
Kelas  : 2KA30
Baca selengkapnya